Skip to main content

TKI di Hongkong di duga dianiyaya majikanya

Merdeka.com - Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Erwiana Sulistiyaningsih diduga telah dianiaya oleh majikannya di Hong Kong, setelah bekerja delapan bulan.

Konsul Muda Penerangan KJRI Hong Kong Sam Ariyadi mengatakan, setelah diduga menganiaya, majikan memulangkan yang bersangkutan ke Indonesia melalui Bandara Internasional Juanda Surabaya.

"Majikan mengantar langsung Erwiana ke Bandara Hong Kong, untuk dipulangkan ke Indonesia. Saat di Bandara Hong Kong termasuk petugas bandara, imigrasi dan beberapa rekan sesama TKI melihat korban dalam kondisi kurang sehat dan terdapat bekas luka di tubuhnya, dan menyarankan yang bersangkutan untuk melaporkan ke polisi," ungkapnya seperti dikutip Antara.

Namun, lanjut Sam, Erwiana yang tiba di Hong Kong pada Mei 2013 itu merasa ketakutan dan trauma dengan sang majikan yang mengantarnya dan memilih untuk segera pulang ke Indonesia pada Jumat (10/1).

"Saat ini Erwiana dirawat di RS Islam Amal Sehat Kabupaten Sragen untuk penyembuhan luka-luka yang dialaminya dan pemeriksaan laboratorium. Dari hasil pemeriksaan dokter, diperoleh informasi bahwa kondisi fisik internal (organ tubuh dalam) dalam kondisi baik. Terkait biaya pengobatan, PPTKIS yang mengirimkan Erwiana ke Hong Kong telah menyatakan kesediaannya menanggung seluruh biaya pengobatan yang dibutuhkan," ujar Sam.

KJRI Hong Kong telah memanggil agensi Hong Kong, Chan's Asia Recruitment Centre, yang menyalurkan Erwiana kepada majikannya dan meminta klarifikasi mengenai laporan dugaan penganiayaan tersebut.

KJRI bersama-sama dengan agensi tersebut juga telah mendatangi majikan pada hari Minggu (12/1) guna meminta keterangan mengenai laporan penganiayaan dimaksud, namun belum bisa mendapatkan keterangan yang komprehensif dari majikan tersebut.

Majikan membantah melakukan penganiayaan kepada Erwiana. "Luka-luka yang dialaminya adalah karena alergi, sehingga dipulangkan ke Indonesia," katanya, seperti dikutip Sam.

Terkait dengan hak-hak gaji Erwiana, majikan mengaku telah membayarkan seluruh hak gaji yang bersangkutan, dan menunjukkan bukti-bukti pembayaran seluruh gaji yang bersangkutan selama delapan bulan bekerja.

KJRI Hong Kong akan terus berupaya untuk mendapatkan kronologi lengkap kejadian, sambil menunggu hasil visum lebih lanjut dari rumah sakit tempat Erwiana kini dirawat, untuk melengkapi laporan secara formal KJRI Hong Kong kepada aparat hukum setempat.

"Adapun majikan tersebut telah di-'blacklist' oleh KJRI, sehingga tidak boleh lagi mempekerjakan tenaga kerja asal Indonesia," tutur Sam, menambahkan.

KJRI Hong Kong meminta semua TKI untuk tidak ragu melapor ke KJRI mengenai permasalahan yang mereka alami atau mengetahui adanya TKI yang mengalami masalah di tempat kerja. KJRI telah menyediakan berbagai kontak yang bisa dihubungi oleh seluruh WNI/TKI yang ada di Hong Kong dan Makau apabila mengalami permasalahan atau hendak melaporkan permasalahan.


Iklan
>> 650ribu sekali seumur hidup, untuk 5 Juta / bulan Dana Pensiun Anda

Comments

Popular posts from this blog

Cara Membuat Contact Form Pada Wordpress

Berikut ini akan saya share cara mudah membuat contact form pada wordpress, Banyak situs atau blog yang tidak di lengkapi dengan contact form, sehingga situs seperti tidak memiliki pelanggan dan tidak komunikatif. Langsung saja membahas bagaimana membuat contact form pada wordpress dengan menggunakan contact form 7 Langkah Pertama Add new plugins Lalu cari dengan menggunakan kata kunci contact form 7 lalu search Klik instal dan lanjutkan klik active untuk meng aktivkan plugin contact form Anda Setelah itu Anda siap membuat tampilan contact form Anda dengan berbagai pilihan form yang di sediakan seperti drop down upload file dan masih banyak lagi  Nah pada langkah terahir ini dibutuhkan ketelitian masalah penempatan kode kode agar contact form bisa terkirim ke email Anda dengan benar. Klik untuk menampilkan gambar lebih besar  Jika Anda tidak ingin repot, gunakan saja contact form standar bawaan dari wordpress tadi. namun jika Anda men...

Cara Mengasah Mata Pisau Cukur Wahl

Berikut ini saya akan berbagi Tips cara mengasah mata pisau cukur wahl sendiri. Pertama siapkanlah kaca secukupnya Autosol, biasanya ada di toko aksesoris motor yang berfungsi untuk mengkilatkan logam.Harganya sekitar 6000 rupiah Berikutnya cara mengasah mata pisau cukurnya. Lepaskan mata pisau cukur dari mesinya, lalu letakan sedikit autosol pada kaca. Lalu gosok gosokan bagian dalam mata pisau cukur kekaca yang sudah diberi autosol tadi, sampai keluar warna hitam pekat di bagian yang digosok gosokan. Setelah itu bersihkan mata pisau cukur dengan bensin dan lanjutkan dengan mengeringkanya dengan tisu sampai bagian dalam mata pisau cukur mengkilap. Setelah itu pasang kembali sesuai aturan dan jangan lupa lumasi dengan minyak pisau cukur atau minyak tanah juga bisa. Dan untuk perawatanya sesering mungkin lumasi dengan minyak kembali. Jika masih terasa tumpul biasanya ada sisa autosol yang masih tertnggal yang membut mata pisau seret atau lengket. Caranya buka k...

TV One terlalu memihak ke salah satu Capres dan Cawapres

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat komunikasi dari Universitas Indonesia (UI) Ade Armando meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menegur stasiun televisi TV One dalam hal pemberitaan mengenai pemilihan presiden. "Saya senantiasa percaya pada kebebasan pers. Tapi saya percaya stasiun televisi harus bersikap objektif, berimbang, adil, netral dalam pemberitaan. Terutama, tentang hal yang menyangkut kepentingan publik. Setiap lembaga penyiaran harus sadar, majikan tertinggi mereka adalah masyarakat luas, bukan pemilik stasiun televisi," ujar Ade dalam pernyataannya kepada Tribunnews.com, Jumat (30/5/2014). Dia melihat, dalam beberapa waktu terakhir, TV One sudah jauh meninggalkan objektivitas pemberitaan. Stasiun televisi itu, kata Ade, memberitakan kepentingan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa secara berlebihan. Tak hanya itu, imbuh Ade, TV One juga memojokkan secara sepihak pasangan capres-cawapres Joko Widodo dan Jusuf Kalla tanpa m...